Kamis, 20 Maret 2014




Mengidentifikasi Zooplankton
Laporan Penelitian






BAB I PENDAHULIAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sebagian besarnya adalah wilayah perairan. Sumber daya perairan di Indonesia sangat kaya akan hasil-hasil laut terutama ikan. Dalam ekosistem perairan di Indonesia banyak terdapat plankton.
Istilah plankton pertama kali digunakan oleh Victor Hensen pada tahun 1887, dan di sempurnakan oleh Haeckel pada tahun 1890. Kata plankton berasal dari bahasa Yunani yang bearti mengembara. Definisi tentang plankton telah banyak dikemukakan oleh para ahli dengan pendapat yang hampir sama, yakni seluruh kumpulan organisme, baik hewan maupun tumbuhan yang hidup terapung atau melayang-layang di atas air. (Oceanna Al-Bahry, 2013)
Plankton terdiri dari fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton merupakan plankton yang menyerupai tumbuhan, sehingga mampu melakukan fotosintetis dan merupakan pensuplai utama oksigen terlarut (DO) diperairan.
Zooplankton atau plankton hewani merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai hewan. Zooplankton sebenarnya termasuk golongan hewan perenang aktif, yang dapat mengadakan migrasi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri ( Hutabarat dan Evans, 1986 dalam blog strukturkomunitasplankton.wordpress.com, 2012).

1.2  Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan laporan ini yang utama adalah untuk memenuhi salah satuh tugas mata kuliah Budidaya Pakan Alami, selain itu tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton di perairan kolam departemen perikanan PPPPTK pertanian cianjur dan sebagai informasi mengenai zooplankton bagi para pembaca, khususnya untuk mahasiswa PPPPTK Pertnian Cianjur jurusan D2 Agribisnis Perikanan Darat.
Adapun manfaat dari penulisan laporan ini adalah kita dapat mengetahui seberapa banyak keragaman zooplankton yang ada di perairan kolam departemen perikanan PPPPTK pertanian cianjur. Kita juga dapat memahami langkah-langkah untuk mengidentifikasi zooplankton di suatu perairan. Tidak hanya itu, penulisan laporan ini mudah-mudahan dapat menambah wawasan atau pengetahuan kita tentang bagaimana cara mengidentifikasi zooplankton dan macam-macam zooplankton dan dapat meningkatkan pemahaman praktikan tentang jenis-jenis zooplankton.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
           
            Kualitas suatu perairan dapat ditentukan bedasarkan fluktuasi populasi plankton yang akan mempengaruhi tingkatan trofik perairan tersebut. Fluktuasi dari pupolasi plankton sendiri dipengaruhi terutama oleh perubahan berbagai faktor lingkungan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi populasi plankton adalah ketersediaan nutrisi di suatu perairan. Unsur nutrisi berupa nitrogen dan fosfor yang terakumulasi dalam suatu perairan akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi fitoplankton dan proses ini akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi yang dapat menurunkan kualitas suatu perairan (Uun, 2006).

2.1 Plankton
Plankton merupakan komunitas biota yang terdiri dari flora dan fauna dimana pergerakannya relative lemah dibandingkan dengan kemampuannya arus untuk membawanya. (Omori dan Ikeda, 1992).
Plankton adalah makhluk hidup (hewan atau tumbuhan) yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang di dalam air yang kemampuan renangnya sangat terbatas hingga selalu terbawa hanyut oleh arus (A.Nontji,2008)
Menurut Omori dan Ikeda (1992) berdasarkan ukurannya plankton dibagi menjadi :
1. Ultrananoplankton, berukuran < 2 m m
2. Nanoplankton, berukuran diantara 2 - 20 m m
3. Microplankton, berukuran diantara 20 - 200 m m
4. Mesoplankton, berukuran diantara 200 m m - 2 mm
5. Macroplankton, berukuran diantara 2 - 20 mm
6. Mikronekton, berukuran diantara 20 - 200 mm









2.2 Zooplankton
Zooplankton atau plankton hewani merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai hewan. Zooplankton sebenarnya termasuk golongan hewan perenang aktif, yang dapat mengadakan migrasi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri ( Hutabarat dan Evans, 1986 dalam blog strukturkomunitasplankton.wordpress.com, 2012).
Berdasarkan siklus hidupnya zooplankton dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai meroplankton dan holoplankton banyak jenis hewan yang menghabiskan sebagian hidupnya sebagai plankton, khususnya pada tingkat larva. Plankton kelompok ini disebut meroplankton atau plankton sementara. Sedangkan holoplankton atau plankton tetap, yaitu biota yang sepanjang hidupnya sebagai plankton. (Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984; Arinardi et al.,1994, 1996 dalam blog strukturkomunitasplankton.wordpress.com, 2012).
Meroplankton terdiri atas larva dari Filum Annelida, Moluska, Byrozoa, Echinodermata, Coelenterata atau planula Cnidaria, berbagai macam Nauplius dan zoea sebagai Artrhopoda yang hidup di dasar, juga telur dan tahap larva kebanyakan ikan. Sedangkan yang termasuk holoplankton antara lain : Filum Artrhopoda terutama Subkelas Copepoda, Chaetognata, Chordata kelas Appendiculata, Ctenophora, Protozoa, Annelida Ordo Tomopteridae dan sebagian Moluska (Newell dan Newell, 1977; Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984 dalam blog strukturkomunitasplankton.wordpress.com, 2012).



BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilakukan pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2014, dan bertempat di ruangan laboratorium Departemen Perikanan PPPPTK Pertanian Cianjur.

3.2 Alat dan Bahan
·         Wadah penampungan (ember/baskom)
·         Gayung
·         Cawan petri
·         Pipet tetes
·         Plankton net
·         Mikroskop
·         Botol sampel
·         Beaker glass 250 ml
·         Object glass
·         Cover glass
·         ATK
·         Tissue
·         Perairan sawan di Cibalagung

3.3   Langkah Kerja

a.      Pengambilan sampel
·         Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
·         Air sampel diambil dari kolam yang ada di Departemen Perikanan sebanyak 2 kolam, kolam timur sebanyak 2 kolam, dan yang diambil dari sawah sebanyak 2 lahan pesawahan.
·         Ambil air menggunakan gayung dan di saring menggunakan plankton net. Ulangi hingga air yang di saring sebanyak 10 liter/detik. Air yang tertampung dalam botol plankton dipindahkan ke dalam botol sampel yang sebelumnya telah di bersihkan dan dicuci.

b.      Identifikasi zooplankton
·         Air dikocok pelan-pelan hingga homogen kemudian sampel diambil dengan menggunakan pipet tetes yang telah ditera (1cc = 20 tetes).
·         Air sampel sebanyak 0,04 ml (1 tetes) diletakan diatas object glass dan tutup dengan cover glass
·         Pengamatan dilakukan dengan menggunakan pembesaran yang paling kecil terlebih dahulu, apabila telah ditemukan spesies zooplantonnya, maka pembesaran digantikan dengan yang lebih besar.
·         Pengamatan zooplankton dilakukan mulai dari sisi kiri atas cover glass kearah bawah, kemudian di geser terus ke atas sampai batas akhir cover glass, selanjutnya di geser kekanan dan terus kebawah sampai batas cover glass, demikian seterusnya sampai semua teramati dan tidak ada yang termati 2 kali.
·         Gambarkan spesies zooplankton yang di temukan untuk kemudian di identifikasi dengan menggunakan buku identifikasi dan dihitung jumlahnya.
·         Pengamatan di lakukan sebanyak 50% untuk tiap botol atau sampai tidak di temukan spesies baru





BAB IV HASIL & PEMBAHASAN

4.1 Hasil
            Tabel jenis-jenis zooplankton yand ditemukan
No
zooplankton yang ditemukan
Gambar dan nama spesies
Klasifikasi dan morfologi
1
Paramecium

2
Asplancha

3
Rotifera

4
Cladocera

5
Copepoda

6
Daphnia

7
Arthopoda



4.2 Pembahasan
            Pada sampel 1 dan 2 yang diambil pada sekitar jam 09.00 pagi di perairan sawah yang ada di Cibalagung ditemukan beberapa jenis fitoplankton berupa : Arthrospira sp, Ankistrodesmis, Lyngbya, Ceratium tripos, Platymonas sp dan Protoperidinium. Dari ke enam jenis fitoplankton tersebut terdiri dari beberapa kelas yaitu : Dinophyceae, Prasinophyceae, Chlorophyceae dan Cyanophyceae. Hal tersebut menurut beberapa literature diperkirakan karena pada waktu itu banyak fitoplankton yang melakukan fotosintesis sehingga banyak di temukan fitoplankton dalam sampel yang di amati.

BAB V KESIMPULAN & SARAN
5.1 Kesimpulan
                 Setelah melakukan praktikum identifikasi terhadap fitoplankton yang ada di perairan sawah Cibalagung dapat disimpulkan :
·         pada sampel 1 dan 2 ditemukan fitoplankton yang beranekaragam.
·         Fitoplankton yang ditemukan ada beberapa spesies diantaranya : Arthrospira sp, Ankistrodesmis, Lyngbya, Ceratium tripos, Platymonas sp dan Protoperidinium.
·         Fitoplankton yang kita temukan berasal dari beberapa kelas, yaitu : Dinophyceae, Prasinophyceae, Chlorophyceae dan Cyanophyceae.
5.2 Saran
                 Diharapkan pengambilan sampel tidak hanya satu waktu saja, dan pengambilan titik sampel di perbanyak agar banyak fitoplankton yang tersaring jadi kita bisa mengidentifikasi lebih banyak fitoplankton.



DAFTAR PUSATAKA
          
                 www. Scribd.com
                 www. OceannaAlBahry.com
                 www.FKIP.blogspot.com
                 www.sith.itb.ac.id
                 http://strukturkomunitasplankton.wordpress.com/2012/04/23/zooplankton/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar