Mengidentifikasi Zooplankton
Laporan Penelitian
BAB I PENDAHULIAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sebagian besarnya
adalah wilayah perairan. Sumber daya perairan di Indonesia sangat kaya akan
hasil-hasil laut terutama ikan. Dalam ekosistem perairan di Indonesia banyak
terdapat plankton.
Istilah plankton pertama kali digunakan oleh Victor
Hensen pada tahun 1887, dan di sempurnakan oleh Haeckel pada tahun 1890. Kata
plankton berasal dari bahasa Yunani yang bearti mengembara. Definisi tentang
plankton telah banyak dikemukakan oleh para ahli dengan pendapat yang hampir
sama, yakni seluruh kumpulan organisme, baik hewan maupun tumbuhan yang hidup
terapung atau melayang-layang di atas air. (Oceanna Al-Bahry, 2013)
Plankton terdiri dari fitoplankton dan zooplankton.
Fitoplankton merupakan plankton yang menyerupai tumbuhan, sehingga mampu
melakukan fotosintetis dan merupakan pensuplai utama oksigen terlarut (DO)
diperairan.
Zooplankton
atau plankton hewani merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang
hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai
hewan. Zooplankton sebenarnya termasuk golongan hewan perenang aktif, yang
dapat mengadakan migrasi secara
vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah
sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri (
Hutabarat dan Evans, 1986 dalam blog strukturkomunitasplankton.wordpress.com,
2012).
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan laporan ini yang utama adalah
untuk memenuhi salah satuh tugas mata kuliah Budidaya Pakan Alami, selain itu
tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton
di perairan kolam departemen perikanan PPPPTK pertanian cianjur dan sebagai
informasi mengenai zooplankton bagi para pembaca, khususnya untuk mahasiswa
PPPPTK Pertnian Cianjur jurusan D2 Agribisnis Perikanan Darat.
Adapun manfaat dari penulisan laporan ini adalah kita
dapat mengetahui seberapa banyak keragaman zooplankton yang ada di perairan kolam
departemen perikanan PPPPTK pertanian cianjur. Kita juga dapat memahami
langkah-langkah untuk mengidentifikasi zooplankton di suatu perairan. Tidak
hanya itu, penulisan laporan ini mudah-mudahan dapat menambah wawasan atau
pengetahuan kita tentang bagaimana cara mengidentifikasi zooplankton dan
macam-macam zooplankton dan dapat meningkatkan pemahaman praktikan tentang
jenis-jenis zooplankton.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Kualitas
suatu perairan dapat ditentukan bedasarkan fluktuasi populasi plankton yang
akan mempengaruhi tingkatan trofik perairan tersebut. Fluktuasi dari pupolasi
plankton sendiri dipengaruhi terutama oleh perubahan berbagai faktor lingkungan
salah satu faktor yang dapat mempengaruhi populasi plankton adalah ketersediaan
nutrisi di suatu perairan. Unsur nutrisi berupa nitrogen dan fosfor yang
terakumulasi dalam suatu perairan akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi
fitoplankton dan proses ini akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi yang dapat
menurunkan kualitas suatu perairan (Uun, 2006).
2.1 Plankton
Plankton merupakan komunitas biota yang terdiri dari flora dan fauna dimana
pergerakannya relative lemah dibandingkan dengan kemampuannya arus untuk
membawanya. (Omori dan Ikeda, 1992).
Plankton adalah makhluk
hidup (hewan atau tumbuhan) yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang
di dalam air yang kemampuan renangnya sangat terbatas hingga selalu terbawa
hanyut oleh arus (A.Nontji,2008)
Menurut
Omori dan Ikeda (1992) berdasarkan ukurannya plankton dibagi menjadi :
1.
Ultrananoplankton, berukuran < 2 m m
2.
Nanoplankton, berukuran diantara 2 - 20 m m
3.
Microplankton, berukuran diantara 20 - 200 m m
4.
Mesoplankton, berukuran diantara 200 m m
- 2 mm
5.
Macroplankton, berukuran diantara 2 - 20 mm
6.
Mikronekton, berukuran diantara 20 - 200 mm
2.2 Zooplankton
Zooplankton
atau plankton hewani merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang
hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai
hewan. Zooplankton sebenarnya termasuk golongan hewan perenang aktif, yang
dapat mengadakan migrasi secara
vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah
sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri (
Hutabarat dan Evans, 1986 dalam blog strukturkomunitasplankton.wordpress.com,
2012).
Berdasarkan
siklus hidupnya zooplankton dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai
meroplankton dan holoplankton banyak jenis hewan yang menghabiskan sebagian
hidupnya sebagai plankton, khususnya pada tingkat larva. Plankton kelompok ini disebut meroplankton
atau plankton sementara. Sedangkan holoplankton atau plankton tetap, yaitu
biota yang sepanjang hidupnya sebagai plankton. (Raymont, 1983; Omori dan
Ikeda, 1984; Arinardi et al.,1994, 1996 dalam blog
strukturkomunitasplankton.wordpress.com, 2012).
Meroplankton terdiri atas larva
dari Filum Annelida, Moluska, Byrozoa, Echinodermata, Coelenterata atau planula
Cnidaria, berbagai macam Nauplius dan zoea sebagai Artrhopoda yang hidup di
dasar, juga telur dan tahap larva kebanyakan ikan. Sedangkan yang termasuk
holoplankton antara lain : Filum Artrhopoda terutama Subkelas Copepoda,
Chaetognata, Chordata kelas Appendiculata, Ctenophora, Protozoa, Annelida Ordo
Tomopteridae dan sebagian Moluska (Newell dan Newell, 1977; Raymont, 1983;
Omori dan Ikeda, 1984 dalam blog
strukturkomunitasplankton.wordpress.com, 2012).
BAB III METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari Jumat tanggal 28
Februari 2014, dan bertempat di ruangan laboratorium Departemen Perikanan
PPPPTK Pertanian Cianjur.
3.2 Alat dan Bahan
·
Wadah penampungan
(ember/baskom)
·
Gayung
·
Cawan petri
·
Pipet tetes
·
Plankton net
·
Mikroskop
·
Botol sampel
·
Beaker glass 250 ml
·
Object glass
·
Cover glass
·
ATK
·
Tissue
·
Perairan sawan di
Cibalagung
3.3 Langkah
Kerja
a.
Pengambilan sampel
·
Siapkan alat dan bahan
yang akan digunakan.
·
Air sampel diambil dari
kolam yang ada di Departemen Perikanan sebanyak 2 kolam, kolam timur sebanyak 2
kolam, dan yang diambil dari sawah sebanyak 2 lahan pesawahan.
·
Ambil air menggunakan gayung
dan di saring menggunakan plankton net. Ulangi hingga air yang di saring
sebanyak 10 liter/detik. Air yang tertampung dalam botol plankton dipindahkan
ke dalam botol sampel yang sebelumnya telah di bersihkan dan dicuci.
b.
Identifikasi zooplankton
·
Air dikocok pelan-pelan
hingga homogen kemudian sampel diambil dengan menggunakan pipet tetes yang
telah ditera (1cc = 20 tetes).
·
Air sampel sebanyak
0,04 ml (1 tetes) diletakan diatas object glass dan tutup dengan cover glass
·
Pengamatan dilakukan
dengan menggunakan pembesaran yang paling kecil terlebih dahulu, apabila telah
ditemukan spesies zooplantonnya, maka pembesaran digantikan dengan yang lebih
besar.
·
Pengamatan zooplankton
dilakukan mulai dari sisi kiri atas cover glass kearah bawah, kemudian di geser
terus ke atas sampai batas akhir cover glass, selanjutnya di geser kekanan dan
terus kebawah sampai batas cover glass, demikian seterusnya sampai semua
teramati dan tidak ada yang termati 2 kali.
·
Gambarkan spesies zooplankton
yang di temukan untuk kemudian di identifikasi dengan menggunakan buku
identifikasi dan dihitung jumlahnya.
·
Pengamatan di lakukan
sebanyak 50% untuk tiap botol atau sampai tidak di temukan spesies baru
BAB IV HASIL &
PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel
jenis-jenis zooplankton yand ditemukan
No
|
zooplankton yang
ditemukan
|
|
Gambar dan nama
spesies
|
Klasifikasi dan
morfologi
|
|
1
|
Paramecium
|
|
2
|
Asplancha
|
|
3
|
Rotifera
|
|
4
|
Cladocera
|
|
5
|
Copepoda
|
|
6
|
Daphnia
|
|
7
|
Arthopoda
|
|
4.2 Pembahasan
Pada sampel 1 dan 2 yang diambil pada sekitar jam 09.00 pagi di perairan sawah yang
ada di Cibalagung ditemukan beberapa jenis fitoplankton berupa : Arthrospira
sp, Ankistrodesmis, Lyngbya, Ceratium tripos, Platymonas sp dan Protoperidinium. Dari ke enam jenis fitoplankton tersebut terdiri dari beberapa kelas
yaitu : Dinophyceae, Prasinophyceae,
Chlorophyceae dan Cyanophyceae. Hal tersebut menurut
beberapa literature diperkirakan karena pada waktu itu banyak fitoplankton yang
melakukan fotosintesis sehingga banyak di temukan fitoplankton dalam sampel
yang di amati.
BAB V KESIMPULAN & SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum identifikasi terhadap fitoplankton
yang ada di perairan sawah Cibalagung dapat disimpulkan :
·
pada sampel 1 dan 2 ditemukan
fitoplankton yang beranekaragam.
·
Fitoplankton yang ditemukan
ada beberapa spesies diantaranya : Arthrospira sp, Ankistrodesmis, Lyngbya, Ceratium tripos, Platymonas sp dan Protoperidinium.
·
Fitoplankton yang kita temukan
berasal dari beberapa kelas, yaitu : Dinophyceae, Prasinophyceae,
Chlorophyceae dan Cyanophyceae.
5.2 Saran
Diharapkan pengambilan
sampel tidak hanya satu waktu saja, dan pengambilan titik sampel di perbanyak agar banyak fitoplankton yang tersaring
jadi kita bisa mengidentifikasi lebih banyak fitoplankton.
DAFTAR PUSATAKA
www. Scribd.com
www.
www.sith.itb.ac.id
http://strukturkomunitasplankton.wordpress.com/2012/04/23/zooplankton/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar